Bahas Potensi Wisata, Lurah Ranai Kota Bertandang ke Disparbud
Potensi sumber daya alam yang diberikan Allah Ta’ala patut kita syukuri dan kita jaga dengan memanfaatkannya menjadi nilai tambah, baik secara lingkungan maupun secara ekonomis. Banyak daerah di Indonesia memanfaatkan sumber daya alam sebagai objek wisata andalannya, sebut saja Bangka Belitung.
Di tempat kita di Kabupaten Natuna ini, alamnya begitu indah. Banyak potensi wisata yang tersebar, baik yg nampak maupun yang “terselip”. Hampir ada di semua tempat, tinggal kita lagi, bagaimana untuk mengelolanya. Termasuk di Kelurahan Ranai Kota, meski dengan luas wilayah yang terbatas, namun potensi wisatanya boleh dibilang banyak dan dari berbagai sektor. Mulai dari alam, budaya, edukasi hingga reliji.
Ranai Kota merupakan tempat pusat pemerintahan dan konsentrasi penduduk di Kabupaten Natuna hendaknya bisa mengelola potensi-potensi yang ada. Berangkat dari situ pula, Lurah Ranai Kota, Syuparman S.E, siang tadi mengunjungi kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna di komplek Natuna Gerbang Utaraku (NGU), dan bertemu langsung dengan kepala dinas, bapak Hardinansyah.
Pertemuan ini selain untuk bersilaturahmi juga membahas beberapa hal terkait pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Natuna, khususnya di kelurahan Ranai Kota. Kadisparbud Natuna menyambut baik kedatangan Lurah Ranai Kota. Lurah Ranai Kota berharap potensi yang ada dapat dikelola dengan maksimal dengan menciptakan lapangan kerja lokal.
Belajar Kebudayaan Melayu Bersama Kaling III Ranai Kota
Berangkat dari keresahan hilangnya seni dan budaya tradisional daerah ditengah-tengah arus modernisasi dan perkembangan zaman dan teknologi seperti saat ini. Lurah Ranai Kota beserta Forum Komuninasi Lembag Kelurahan Ranai Kota yang terdiri dari LPMK Kelurahan Ranai Kota, Karang Taruna Kelurahan Ranai Kota, KIM Serindit, dan Pokdarwis bersilaturahmi kerumah Kaling III, bapak Bujang Ahmad tadi malam.
 
Silaturahmi ini sekaligus minta ditunjuk ajarkan mengenai seni dan budaya tradisional Melayu, seperti alat-alat musik dan tarian tradisional. Ada Gambus, Marawis atau Tipong dan Tamborin yang merupakan instrumen untuk mengiringi tarian Jepin (Zapin). Ada satu set alat kompang berbagai ukuran untuk mengiringi lagu dan tarian Ayam Sudur, Hadrah dan Awan Mendung. Ada juga sebuah gendang panjang, yang merupakan salah satu instrumen untuk seni pertunjukan silat, (satu set instrumen seni silat adalah 2 gendang panjang, satu set talimpong, dan 2 buah gong). Namun karena keterbatasan dan kondisi alat, latian seni silat belum diadakan.
Tak banyak generasi muda yang tahu, mengerti dan mempelajari seni dan budaya tradisional ini. Selebihnya banyak yang tak lagi mengenal budaya daerahnya sendiri. Ini merupakan permasalahan serius, yang jika tidak dilestarikan maka lambat laut akan hilang. Jika budaya hilang, makan hilang pula identitas suatu daerah.
Selama ini kesenian dan budaya tradisional “dipegang” oleh para seniman dan budayawan yang telah berumur sepuh. Jikapun ada, tak banyak generasi muda yang serius mempelajarinya, seperti musik-musik dan tari tradisional yang kerap dianggap kuno dan tertinggal, tak lagi sesuai zaman. Padahal kesenian dan budaya tradisional tak hanya sebatas tari-tarian dan gema musik semata, namun ada pesan dan filosofi yang tersirat yang jika dipelajari akan menambah kecintaan kita akan budaya melayu daerah kita sendiri.
Pak Bujang Ahmad merupakan seorang seniman budayawan berusia 70 tahun. Ia merupakan penggerak Sanggar Kilan Cahaya yang mengajarkan kesenian dan budaya tradisional kepada masyarakat. Beliau sangat senang akan program yang dijalankan oleh Kelurahan Ranai Kota ini, akan ada generasi-generasi penerus jika seni dan budaya daerah ini dilestarikan. Selain belajar musik, pak Bujang Ahmad juga banyak bercerita tentang asal usul nama tempat di seputaran Kota Ranai dan sejarah-sejarah lainnya.
Pertemuan perdana malam tadi insya Allah akan berlanjut di malam-malam berikutnya. Akan disusun jadwal latihan rutin untuk melanjutkan kegiatan pertemuan malam tadi. Kelurahan Ranai Kota berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan seni dan budaya tradisional daerah. Mari bersama-sama kita lestarikan budaya daerah kita.
– Takkan Melayu hilang di dunie
– Jaye Melayu tiade duenye.
Rapat konsolidasi Lembaga2 di bawah Kelurahan Ranai Kota
Lurah Ranai Kota menggelar rapat konsolidasi antar lembaga-lembaga di bawah Kelurahan Ranai Kota. Pada rapat kali ini dihadiri oleh para ketua lembaga, staf Kelurahan dan para pemuda di lingkup Kelurahan Ranai Kota.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Lurah Ranai Kota ini berlangsung penuh dalam suasana kekeluargaan dan keakraban, membahas beberapa program-program kerja Kelurahan dan lembaga-lembaga untuk tahun 2021.
 
Pada rapat malam ini juga menghasilkan beberapa keputusan, yakni penyegaran kepengurusan Lembaga dan pembentukan satu lembaga baru yang bergerak di Pariwisata, yaitu Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata).
Ketua-ketua Lembaga di lingkup Kelurahan Ranai Kota.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) : Fahmi
Karang Taruna Kelurahan Ranai Kota : Dede Muhammad Ramli
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Serindit : Ashary Akbar
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) : Ryannaldo